Senin, 19 Januari 2009

Potensi PLTMH di Indonesia


Dari berbagai sumber

Seperti kita ketahui bahwa salah satu aspek penting dalam perhitungan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan suatu negara adalah tingkat pertumbuhan listriknya. Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Alam Republik Indonesia, kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia saat ini adalah sebesar 29.705 MW dengan sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik berupa batubara sebesar 48,8%, gas (17,0%), BBM (11,4%), Panas Bumi (6,1%), Hidro (9,1%), dan lainnya seperti biofuel, batubara hybrid sebesar 7%.

Deangan kapasitas terpasang sebesar itu, ratio elektrifikasi negara kita saat ini masih sekitar 64,3% dan ratio desa berlistrik sebesar 91.9%. Adapun sasaran kelistrikan adalah tercapainya ratio elektrifikasi sebesar 65,3% pada tahun 2009, 67,2% pada tahun 2010 dan 100% diseluruh Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 75 di tahun 2020 . Sedang ratio desa berlistrik diharapkan tercapai 100% pada tahun 2010.

Namun anehnya, dengan rendahnya ratio elektrifikasi ini, penggunaan energi di Indonesia tergolong boros. Ini bisa diukur dari angka intensitas energi. Dibandingkan dengan negara pengimpor energi seperti Jepang, misalnya, penggunaan energi di Indonesia jauh lebih boros. Sedangkan bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN misalnya Philipina, intensitas energi Indonesia masih lebih besar. Menguatnya harga minyak mentah belakangan ini menjadi momentum untuk meningkatkan efisiensi penggunaan atau konsumsi energi dan mengoptimalkan sumber energi lain terutama energi terbarukan, salah satu energi terbaharukan yang sangat potensial adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Menurut data departemen ESDM RI, Potensi tenaga air tersebar hampir di seluruh Indonesia dan diperkirakan mencapai 70.000 MW, sementara pemanfaatanya baru sekitar 6 persen dari potensi yang ada. Padahal PLTMH sangatlah menguntungkan untuk daerah yang mempunyai potensi air dengan beberapa kelebihan sebagai berikut

Keunggulan :
a. Potensi energi air yang melimpah;
b. Teknologi yang handal dan kokoh sehingga mampu beroperasi lebih dari 15 tahun;
c. Teknologi PLTMH merupakan teknologi ramah lingkungan dan terbarukan;
d. Effisiensi tinggi (70-85 persen).

Namun, menurut Dirut PLN selama 10 tahun terakhir tidak ada pembangkit baru yang menggunakan tenaga air, padahal energi air atau hydro memiliki potensi cukup besar. Tetapi hingga sekarang baru sekitar 3.529 MW (6%) tenaga listrik yang telah dimanfaatkan berasal dari 203 unit bendungan air. Dari jumlah itu, kontribusi terhadap pasokan listrik ke sistem masih sangat kecil. Artinya, sebagian besar pasokan listrik berasal dari energi minyak dan batu bara yang selalu memerlukan biaya cukup besar.

Untuk itu, rencana tahap kedua proyek 10.000 MW akan dibangun 10 bendungan baru untuk memenuhi 7.000 MW. strategi tersebut didukung oleh murahnya biaya operasional untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yaitu Rp 140 untuk menghasilkan satu kWh. Pembangkit yang menggunakan batu bara memakan biaya Rp 500 per kWh. Adapun pembangkit bertenaga diesel berbiaya Rp 3.000 per kWh. Daerah yang berpotensi untuk dibangun bendungan baru di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, dan beberapa provinsi di Jawa.

Ayo kembali ke alam…Kembangkan renewable energy bersama..

Proyek Pembangunan Listrik Nasional Tahap Kedua

Dari berbagai sumber

Setelah proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap I yang menurut jadwal akan selesai tahun 2009, pemerintah akan melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tahap II yang direncanakan memakan kurun waktu 5 tahun dari 2009 hingga 2013 dengan kapasitas 10 ribu MW. Pelaksanan proyek ini diperkirakan baru berjalan pada era kabinet baru mendatang. ini diungkapkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro seusai rapat koordinasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta (4 juni 2008). Sedangkan dana yang yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 100 triliun. Pola pendanaan proyek ini banyak ditanggung oleh swasta dengan persentase pendanaan sekitar 80% yang sedang dimatangkan apakah memerlukan Letter of Support dari menteri keuangan atau tidak. sedang sisa dana yang dibutuhkan sebesar 20% akal ditanggung oleh PT.PLN.
Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan, proyek akan dibiayai melalui penerbitan global bond dan perbankan dari dalam dan luar negeri. Menurut dia, pihaknya telah menandatangani kesepakatan pinjaman dengan Bank of China dan China Exim Bank untuk proyek tersebut.

Mengenai Jenis pembangkit yang akan dibangun, rencana 30 persen sumber energi utama proyek menggunakan batu bara. Proyek ini tersebar di 35 lokasi di Indonesia, yang sebagian besar dibangun diluar pulau Jawa yaitu 25 lokasi dan 10 lokasi lainnya berada di Pulau Jawa dengan alasan beban pembangkit listrik batu bara di Jawa sudah cukup tinggi. Nantinya, kebutuhan listrik di Jawa akan disalurkan melalui transmisi dari luar Jawa .
Selain batu bara, rencana proyek ini juga akan menggunakan sumber energi dari panas bumi, air, dan energi terbarukan. Potensi panas bumi dalam negeri sekitar 27.000 MW. Potensi energi air mencapai 60.000 MW. sampai sekarang PLN masih menghitung potensi energi terbarukan.

Energy terbarukan?
Bersama kita Bisa

Cuk san
Staff BPPT Pusat Jakarta

PLTU batubara



Seperti kita ketahui bahwa PLTU batu bara merupakan jenis pembangkit terbesar yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia (PLN) untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik dan untuk mengurangi ketergantungan BBM pada PLTD (Diesel). Ini tercermin pada program percepatan listrik nasional tahap pertama dan kedua, walaupun porsinya dikurangi di tahap kedua.
Untuk itu, saya ingin menulis secara singkat sistem kerja PLTU batubara yang saya ketahui dan berdasar pada referensi. Prinsip kerja PLTU batubara secara umum dapat dilihat pada gambar diatas, silahkan klik gambar untuk memperjelas atau memperbesarnya.

Keterangan gambar :
1. Cooling tower
2. Cooling water pump
3. Transimission line 3 phase
4. Transformer 3-phase
5. Generator Listrik 3-phase
6. Low pressure turbine
7. Boiler feed pump
8. Condenser
9. Intermediate pressure turbine
10. Steam governor valve
11. High pressure turbine
12. Deaerator
13. Feed heater
14. Conveyor batubara
15. Penampung batubara
16. Pemecah batubara
17. Tabung Boiler
18. Penampung abu batubara
19. Pemanas
20. Forced draught fan
21. Preheater
22. combustion air intake
23. Economizer
24. Air preheater
25. Precipitator
26. Induced air fan
27. Cerobong

Prinsip kerja PLTU batubara secara singkat adalah sebagai berikut :

1. Batubara dari luar dialirkan ke penampung batubara dengan conveyor (14) kemudian dihancurkan dengan the pulverized fuel mill (16) sehingga menjadi tepung batubara.

2. Kemudian batubara halus tersebut dicampur dengan udara panas (24) oleh forced draught fan (20) sehingga menjadi campuran udara panas dan bahan bakar (batu bara).

3. Dengan tekanan yang tinggi, campuran udara panas dan batu bara disemprotkan kedalam Boiler sehingga akan terbakar dengan cepat seperti semburan api.

4. Kemudian air dialirkan keatas melalui pipa yang ada dinding Boiler, air tersebut akan dimasak dan menjadi uap, dan uap tersebut dialirkan ke tabung boiler (17) untuk memisahkan uap dari air yang terbawa.

5. Selanjutnya uap dialirkan ke superheater(19) untuk melipatgandakan suhu dan tekanan uap hingga mencapai suhu 570°C dan tekanan sekitar 200 bar yang meyebabkan pipa ikut berpijar merah.

6. Uap dengan tekanan dan suhu yang tinggi inilah yang menjadi sumber tenaga turbin tekanan tinggi (11) yang merupakan turbin tingkat pertama dari 3 tingkatan.

7. Untuk mengatur turbin agar mencapai set point, kita dapat menyeting steam governor valve (10) secara manual maupun otomatis.

8. Suhu dan tekanan uap yang keluar dari Turbin tekanan tinggi (11) akan sangat berkurang drastis, untuk itu uap ini dialirkan kembali ke boiler re-heater (21) untuk meningkatkan suhu dan tekanannya kembali.

9. Uap yang sudah dipanaskan kembali tersebut digunakan sebagai penggerak turbin tingkat kedua atau disebut turbin tekanan sedang (9), dan keluarannya langsung digunakan untuk menggerakkan turbin tingkat 3 atau turbin tekanan rendah (6).

10. Uap keluaran dari turbin tingkat 3 mempunyai suhu sedikit diatas titik didih, sehingga perlu di alirkan ke condensor (8) agar menjadi air untuk dimasak ulang.

11. Air tersebut kemudian dialirkan melalui deaerator (12) oleh feed pump (7) untuk dimasak ulang. awalnya dipanaskan di feed heater (13) yang panasnya bersumber dari high pressure set, kemudian ke economiser (23) sebelum di kembalikan ke tabung boiler(17).

12. Sedangkan Air pendingin dari condensor akan di semprotkan kedalam cooling tower (1) , dan inilah yang meyebabkan timbulnya asap air pada cooling tower. kemudian air yang sudah agak dingin dipompa balik ke condensor sebagai air pendingin ulang.

13. Ketiga turbin di gabung dengan shaft yang sama dengan generator 3 phase (5), Generator ini kemudian membangkitkan listrik tegangan menengah ( 20-25 kV).

14. Dengan menggunakan transformer 3 phase (4) , tegangan dinaikkan menjadi tegangan tinggi berkisar 250-500 kV yang kemudian dialirkan ke sistem transmisi 3 phase.

15. Sedangkan gas buang dari boiler di isap oleh kipas pengisap(26) agar melewati electrostatic precipitator (25) untuk mengurangi polusi dan kemudian gas yg sudah disaring akan dibuang melalui cerobong (27)

Begitulah cerita singkat prinsip kerja PLTU batubara.
semoga bermanfaat

sumber : Wikipedia

About me

Cuk Supriyadi Ali Nandar namaku, lahir di Blora, 15 Januari 1980.
Riwayat singkatku ada disini:
SD berlalu di SDN 1 Gagakan, Sambong ( Satu desa Satu Kecamatan), kemudian berlanjut ke SMPN1 Cepu ( Beda Kecamatan, Satu Kabupaten), 3 tahun tak terasa sudah harus lulus dan kemudian Hijrah ke Magelang, untuk sekolah di SMUN 1 Muntilan ( Beda Kabupaten, satu Propinsi), disinilah aku bertemu Jodoh, walau waktu SMU masih sok Cuek. Setelah lulus SMU , hati ini tidak mau jauh dari magelang, akhirnya dengan susah payah diterima S1 di Teknik Elektro, UGM, Yogyakarta ( Beda Propinsi, Satu Pulau"Jawa: red*").
Cukup 4 tahun di yogya, walau dengan berat hati, perjalanan berlanjut ke Batam karena diterima Kerja di Panasonic Batam ( Beda Pulau, satu negara), berbekal uang seadanya, ku beranikan melamar dan menikahi teman SMU, dan dengan segala pertimbangan yang seksama akhirnya memutuskan keluar dari Batam dengan membawa oleh-oleh 1 anak berusia 6 bulan dan 1 istri setelah 3 tahun bekerja.
Tak begitu lama, dapat panggilan di Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT Pusat) Jakarta, satu tahun ikut nimbrung beberapa proyek, harus ditinggal sementara karena mendapat Beasiswa S2 dari AUN/Seed-net JICA(Japan) di King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang, Thailand ( Beda Negara, Satu ASEAN) sampai tahun 2009, dan Sekarang dengan beasiswa yang sama sedang menempuh Doctoral di Kyushu University, Fukuoka, Jepang.

Minat penelitian:
Dengan bekal S1 di bidang Kontrol, dan bekerja di area Power System, terjadilah perkawinan antara Kontrol dan Power system yang melahirkan minat pertama yang bernama" Power System Dynamic dan Stability", karena saat menempuh S2 ada kolaborasi dengan Kyushu University tepatnya Prof. T.Goda sebagai pasangan kedua, tidak begitu lama terlahir minat kedua dengan nama" Microgrid Power Generation" khususnya di Renewable energy. selain itu, tuntutan profesi di Instansi pemerintah yang terkadang dilibatkan dalam penyusunan kebijakan; standarisasi, lahirlah sibungsu, namanya " Kebijakan Energy Pemerintah Indonesia", sementara 3 minat Cukup, namun bisa bertambah sewaktu-waktu.

Keluarga:
Istri    : Dewi P
Anak : 1. Nur Aini Malihah
           2. Katara Velda Naila

Hobby : Kumpul Anak istri

Sampai sekarang masih terdaftar sebagai
Staff di Pusat Teknologi Industri Manufaktur, BPPT
Jl. MH Thamrin No.8 Jakarta Pusat